Mengenai Saya

Pengikut

Lacikuu..

Rabu, 24 Februari 2010

Audit Pemasaran

Annisa Harqi
20207140
3EB05
Pemeriksaan Akuntansi
Renny Nurainy



Audit pemasaran merupakan bagian mendasar dari proses perencanaan pemasaran. Hal ini dilakukan tidak hanya pada awal proses, tetapi juga pada serangkaian poin selama pelaksanaan rencana tersebut. Mempertimbangkan audit pemasaran baik internal maupun eksternal pengaruh pada perencanaan pemasaran, serta tinjauan dari rencana itu sendiri.
Ada sejumlah alat dan audit yang dapat digunakan, misalnya analisis SWOT untuk lingkungan internal, serta lingkungan eksternal. Contoh lain termasuk HAMA dan Lima Tentara Analisa, yang hanya berfokus pada lingkungan eksternal.

Dalam banyak hal audit pemasaran menjelaskan peluang dan ancaman, dan memungkinkan manajer pemasaran untuk membuat perubahan ke rencana jika perlu.

Pelajaran ini mempertimbangkan dasar-dasar audit pemasaran, dan memperkenalkan checklist audit pemasaran. Daftar periksa ini dirancang untuk menjawab pertanyaan, apa situasi pemasaran saat ini? Mari kita mempertimbangkan audit pemasaran kunci di bawah tiga judul:

1. Pemasaran Internal 1.The Lingkungan.

WSumber daya apa yang kita miliki di tangan? (

* PRIA (Buruh / Perburuhan).
* UANG (Keuangan).
* MACHINERY (Equipment).
* MENIT (Time).
* BAHAN (Faktor Produksi).



2. Eksternal Pemasaran Lingkungan.

Sebagai organisasi berorientasi pasar, kita harus mulai dengan bertanya - Apakah sifat kita 'pelanggan?
* Mereka pembeli proses keputusan dan perilaku konsumen.
* Persepsi mereka tentang merek kami, dan kesetiaan untuk itu.
* Sifat segmentasi, penargetan dan positioning di pasar kami.
* ' Apa yang pelanggan 'value' dan bagaimana kita menyatakan bahwa 'value?. "

Apa sifat persaingan dalam target pasar?

* Pesaing kami 'tingkat profitabilitas.
* Jumlah mereka / konsentrasi.
* Relatif kekuatan dan kelemahan dari kompetisi.
* Rencana pemasaran dan strategi pesaing kita.

Apa sifat budaya lingkungan (s)?

* Keyakinan dan agama.
* Standar dan rata-rata tingkat pendidikan.
* Gaya hidup yang berkembang target konsumen kami.
* Sifat konsumerisme dalam pasar sasaran.

Apa yang dimaksud dengan demografi konsumen kita? Seperti usia rata-rata, tingkat populasi, gender make up, dan sebagainya.Bagaimana teknologi memainkan peran?

* Tingkat adopsi teknologi mobile dan Internet.
* Cara di mana barang-barang yang diproduksi.
* Sistem informasi.
* Komunikasi pemasaran menggunakan teknologi dan media.
Read more...

Kamis, 18 Februari 2010

Audit SDM

Annisa Harqi
20207140
3EB05
Pemeriksaan Akuntansi
Renny Nurainy


Definisi Audit Sumber Daya Manusia
Suatu daftar periksa untuk menilai seluruh aspek dari manajemen sumber daya manusia dalam suatu perusahaan

Menurut Sherman & Bohlander, audit SDM memberikan peluang untuk:
1.       Menilai efektivitas fungsi SDM
2.     Memastikan ketaatan terhadap hukum, kebijakan, perturan dan prosedur
3.     Menetapkan pedoman untuk penetapan standar
4.     Memperbaiki mutu staff SDM
5.     Meningkatkan citra dari fungsi SDM
6.     Meningkatkan perubahan dan kreatifitas
7.     Menilai kelebihan dan kekurangan dari fungsi SDM
8.     Memfokus staff SDM pada masalah masalah penting
9.     Membawa SDM lebih dekat pada fungsi fungsi yang lain.

Pelaksanaan Audit
              Audit dapat dilakukan oleh personel internal maupun eksternal

Langkah langkah dalam proses audit (Walter R. Mahler)
1.             Memperkenalkan gagasan audit dan menekankan manfaat yang diperoleh
2.           Memilih personel dengan ketrampilan yang luas dan memberikan pelatihan
3.           Mengumpulkan data dari tahun yang berbeda dalam organisasi
4.           Menyiapkan laporan audit untuk manager lini dan evaluasi departemen SDM
5.           Mendiskusikan laporan dengan manager operasi
6.           Menyatukan tindakan korektif

Pendekatan audit SDM
1.             Menetapkan ketaatan hukum dan peraturan
2.           Mengukur kesesuaian program dan tujuan
3.           Menilai performa program

Fungsi SDM
1.             Perencanaan
2.           Pemilihan
3.           Pelatihan
4.           Penilaian
5.           Kompensasi
6.           Hubungan ketenagakerjaan

Memanfaatkan temuan audit
              Untuk mengidentifikasi tipe tindakan korektif yang diperlukan

Metode metode untuk menganalisa temuan
1.             Membandingkan program SDM dengan organisasi
2.           Berdasar audit dari beberapa sumber otoritas
3.           Mempercayai suatu ratio atau rata rata staf SDM dengan total
4.           Menggunakan audit ketaatan untuk mengukur aktifitas SDM apakah sesuai dengan kebijakan, prosedur dan peraturan
5.           Mengelola departemen SDM berdasarkan sasaran

Menyiapkan Laporan dan Rekomendasi
              Laporan hasil temuan, evaluasi dan rekomendasi untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan program SDM

Beberapa hal yang menjadi tujuan dan kegunaan audit SDM antara lain :
·               Mencari hal-hal yang berpotensi menimbulkan masalah serius di kemudian hari
·               Mencari area yang dapat dilakukan perbaikan dan improvement
·               Sebagai alat dokumentasi untuk merger, akuisisi maupun reorganisasi
·               Untuk mencari tahu seberapa jauh pemenuhan sistem dengan standar, peraturan dan regulasi yang ada. 
Adapun sumber data yang bisa digunakan untuk audit SDM adalah :
·               SOP, aturan dan prosedur yang ada
·               Pimpinan Departemen SDM atau personalia
·               Pimpinan Departemen lain 






Read more...

Kamis, 11 Februari 2010

Audit Mutu Internal

Nama  : Annisa Harqi
Kelas  : 3 EB05
NPM  : 20207140
Matakuliah : Pemeriksaan Akuntansi 2
Dosen : Renny Nurainy


A. PENGERTIAN AUDIT MUTU
Pengertian audit mutu dapat dijumpai dalam Panduan Audit Sitem Manajemen Mutu SNI 19-19011-2002. Dalam panduan tersebut, audit mutu didefinisikan sebagai proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai sejauhmana kriteria audit dipenuhi (BSN, 2002).  Audit Sistem Mutu biasanya dilakukan untuk menentukan tingkat kesesuaian aktivitas organisasi terhadap standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang telah ditentukan serta efektivitas dari penerapan system tersebut.
B. TUJUAN AUDIT MUTU
Dari pengertian audit mutu yang diuraiakan di atas, bahwa tujuan audit mutu adalah untuk mendapatkan data dan informasi faktual dan signifikan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan/atau perubahan. Temuan hasil audit selanjutnya dianalisis, dinilai kecukupan dan kesesuaiannya terhadap standar ISO 9001:2000. Hasil temuan auditor tersebut akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan/atau perubahan. Secara rinci tujuan umum dari audit mutu yaitu (Willy Susilo,2000) :
  1. Untuk memperoleh prioritas permasalahan yang tengah dihadapi organisasi 
  2. Untuk merencanakan pengembangan usaha Untuk memenuhi persyaratan suatu sistem manajemen yang digunakan sebagai acuan 
  3. Untuk memenuhi persyaratan regulasi ataupun persyaratan kontrak dengan (misalnya) pelanggan 
  4. Untuk mengevaluasi terhadap pemasok 
  5. Untuk menemukan adanya potensi resiko kegiatan organisasi
Sedangkan tujuan audit mutu secara khusus adalah  untuk memberikan umpan balik tentang kinerja organisasi yang diuraikan sebagai berikut (Iskandar Indranata,2006):
  1. Mengarahkan pencapaian sasaran Memberikan sense of urgency 
  2. Menemukan peluang perbaikan 
  3. Memastikan apakah sistem diterapkan secara efektif  
  4. Mendeteksi penyimpangan-penyimpangan terthadap kebijakan mutu sedini mungkin
C.   PRINSIP AUDIT MUTU
Audit mutu didasarkan pada sejumlah prinsip. Ketaatan dan kepatuhan terhadap prinsip tersebut merupakan prasyarat untuk memberikan kesimpulan audit yang sesuai dan cukup serta memungkinkan auditor bekerja secara independen untuk mencapai kesamaan kesimpulan pada situasi serupa.  Prinsip Audit Mutu, secara garis besar terdiri dari dua prinsip yaitu prinsip-prinsip yang terkait dengan auditor dan prinsip-prinsip yang terkait dengan kegiatan audit.
1.  Prinsip-prinsip yang terkait dengan auditor, yaitu :
a.    Kode Etik sebagai Dasar Profesionalisme.  
Kode Etik merupakan dasar profesionalisme auditor dalam pelaksaan audit. Profesionalisme dari seorang auditor tercermin pada sikap dapat dipercaya, memiliki integritas, dapat menjaga kerahasiaan dan berpendirian. Seorang auditor harus mampu menunjukkan sikap berpendirian, yaitu sikap mampu  memberikan penilaian yang proporsional dan kontekstual.
b.     Menyajikan hasil yang obyektif dan akurat,
Seorang auditor berkewajiban untuk melaporkan hasil temuan audit secara benar dan akurat. Temuan audit, kesimpulan audit dan laporan audit mencerminkan pelaksanaan kegiatan audit secara benar dan akurat. Hambatan signifikan yang ditemukan selama audit dan perbedaan pendapat yang tidak terselesaikan antara tim audit dan auditi harus dilaporkan.
c.     Profesional, memiliki kompetensi sebagai auditor.
2. Prinsip Audit yang relevan dengan kegiatan audit, yaitu :
  1. Independen-auditor (mandiri dan tidak berpihak) tidak melakukan audit pada area yang bukan tanggungjawabnya.
  2. Bukti Obyektif sebagai dasar membuat kesimpulan audit, dapat diverifikasi dan sample audit yang diambil cukup mewakili
  3. Terencana, audit harus terencana secara sistematik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.
Read more...
 
 

Designed by: Compartidísimo
Scrapping elements: Deliciouscraps©